Part
3
Saat weekend tiba, biasanya kebanyakan
orang akan bersantai begitupun dengan aku. Sekarang aku sedang berada di
kamarku mendengarkan lagu sambil membaca novel.
Hingga ketukan pintu diikuti salam
menginterupsi aktifitasku sejenak. Muncullah bundaku dengan raut wajah yang
tidak bisa diartikan. Ternyata bunda menyuruhku keluar karena ada yang ingin
dibicarakan ayah. Apa yang ayah ingin
bicarakan ya?
Aku keluar dari kamar dan mendapati ayah
sedang duduk sendirian di ruang keluarga. Aku pun menghampiri ayah.
“Ada apa yah memanggilku?”
“Ayah hanya ingin memberitahumu bahwa
ayah sudah menjodohkanmu dengan anak dari sahabat ayah.”
Deg
Aku merasa sangat terkejut. Tiba-tiba
ayah bilang mau menjodohkanku. Dengan siapa aku dijodohkan pun tidak tahu.
“Tapi Nisa masih muda yah, dan aku ingin
melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi.”
“Ini sudah keputusan ayah, Nisa. Ini
demi kebaikan kamu!”
Kebaikan
apa?
Bagaimana
dengan perasaanku kepada Wildan?
Aku terus berusaha untuk mengelak.
Tetapi ayah tidak mendengar alasanku.
Aku tidak bisa
mengelak lagi. Aku pun langsung kembali ke kamar tanpa mengucapkan sepatah
katapun. Sesampainya di kamar aku lantas menangis.
Baru saja aku merasakan jatuh cinta, namun mengapa
aku harus merasakan patah hati secepat ini
Mungkin karena aku berharap kepada selain-Nya.
Setelah lelah
menangis aku pun bangkit untuk melakukan kewajiban sekaligus curhat kepada-Nya.
Ada hikmah yang bisa aku diambil dari kejadian ini,
seseorang harus yakin bahwa Allah punya skenario yang tidak bisa ditebak
kedepannya. Dan aku yakin bahwa Allah punya skenario yang terindah untuk
hamba-Nya.
Ya Allah rencana apa yang kau tentukan padaku
kedepannya?
~ Bersambung~





iss baperr bnget akuh
BalasHapusðŸ˜ðŸ˜
BalasHapusKenapa yes?
HapusWah siapa ya yang bakal di jodohin sama nisa? Penasaran
BalasHapusTunggu di part selanjutnya ya
HapusWow bagus amel
BalasHapus