Kamis, 23 April 2020

Sang Pangeran Hati


Part 5

Rembulan bersinar menerangi kegelapan, dikala malam telah tiba. Hembusan angin, terasa begtiu dingin hingga menususk ke pori-pori kulit.

Namun hal itu tak lantas membuatku meninggalkan tempatku berada. Nyatanya sekarang aku masih berdiri di balkon rumah.

Tiba-tiba terdengar langkah kaki mendekat yang membuatku  menoleh dan kudapati bunda sedang menatapku.

“Nisa dibawah ada tamu yang menunggu kamu.”

“Siapa bun?”

“Kamu turun aja ke bawah. Jangan lupa pakai baju yang cantik ya.”

“Iya bun.”

Bunda pun meninggalkanku sendiri. Aku segera siap-siap untuk menemui tamu itu.

Sesampainya aku di ruang keluarga, disana terlihat bunda, ayah, seorang laki-laki dan perempuan yang kira-kira seumuran ayah dan bunda, dan yang terakhir ada seorang laki-laki yang menunduk.

Aku menuju ke ruang keluarga. Kemudian duduk diantara ayah dan bunda. Semua orang melihatku lalu tersenyum, kecuali laki-laki yang dari tadi hanya menunduk.

“Nisa kenalin mereka ini adalah sahabat ayah.” Jelas Ayah

Aku hanya diam. Aku sebenarnya tidak peduli hal itu. Yang menjadi pertanyaanku adalah apa alasan dan tujuan mereka kesini dan ingin bertemu denganku. Perkataan ayah selanjutnya menjawab itu semua.

“Dan mereka juga calon mertua kamu.”

Deg

“Anak laki-laki mereka yang akan ayah jodohkan dengan kamu.”

Dan laki-laki yang dari tadi menunduk pun mendongak dan benar-benar membuatku terkejut.

Dia?

Hidup ini bagaikan drama. Kita sebagai aktor dan aktrisnya dan Allah sebagai sutradaranya. Akan berakhir sad ending atau happy ending hanya Allah yang tahu.



~Bersambung~


Senin, 13 April 2020

Sang Pangeran Hati


Part 4

Hari ini adalah hari yang paling dibenci oleh kebanyakan anak sekolah, ya apalagi kalau bukan hari senin. Dan pagi ini aku sudah siap untuk berangkat ke sekolah.

Sesampainya aku di sekolah aku merasa kurang bersemangat, mungkin karena cuaca yang terasa panas padahal masih pagi atau karena mengingat perkataan ayah kemarin.

Aku berjalan di koridor menuju kelasku. Tiba-tiba aku menabrak seseorang hingga aku terjatuh. Aku pun mendongak untuk melihatnya, ternyata seorang laki-laki yang aku ketahui merupakan salah satu teman dari Wildan. Dia tidak membantuku sama sekali bahkan dia tidak menatapku saat ini.

“Maaf” kataku sambil berdiri.

“Hmm.” Jawabnya.

Karena kurasa tidak ada urusan dengannya aku pun langsung melanjutkan langkah ke kelas.

Beberapa jam telah berlalu.

Saat ini adalah jam istirahat kebanyakan teman-teman sekelasku pada keluar, tapi tidak denganku aku hanya diam di dalam kelas yang sepi ini.

Aku menumpukan wajah di tangan, pandanganku lurus tertuju kepada kaca jendela. Menampilkan pemandangan lapangan basket. Disana terlihat Wildan yang sedang bermain basket bersama teman-temannya.

Entah mengapa netraku hanya terarah padanya. Rasanya sulit sekali untuk mengalihkan pandangan selain kepadanya.

Kelak mata ini akan bersaksi, hati ini akan berkata. Bahwa aku telah berdosa karena memandangmu terlalu lama menimbulkan perasaan yang tidak seharusnya hadir saat ini.

Terik matahari tidak menurunkan semangatnya untuk mengoper bola basket. Aku yang melihatnya pun terpesona. Semakin lama melihatnya tidak membuatku bosan. Aku tidak mengerti kenapa hal itu terjadi.

Hati ini telah bertuan
Rasa ini telah menenmukan tambatan.
Perahu ini telah menemukan dermaganya
Diri ini telah menemukan tempat untuk pulang
Aku mempunyai banyak alasan untuk mencintaimu
Bersediakah kamu menerima itu semua?



~Bersambung~

Jumat, 10 April 2020

Sang Pangeran Hati


Part 3

Saat weekend tiba, biasanya kebanyakan orang akan bersantai begitupun dengan aku. Sekarang aku sedang berada di kamarku mendengarkan lagu sambil membaca novel.

Hingga ketukan pintu diikuti salam menginterupsi aktifitasku sejenak. Muncullah bundaku dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan. Ternyata bunda menyuruhku keluar karena ada yang ingin dibicarakan ayah. Apa yang ayah ingin bicarakan ya?

Aku keluar dari kamar dan mendapati ayah sedang duduk sendirian di ruang keluarga. Aku pun menghampiri ayah.

“Ada apa yah memanggilku?”

“Ayah hanya ingin memberitahumu bahwa ayah sudah menjodohkanmu dengan anak dari sahabat ayah.”

Deg

Aku merasa sangat terkejut. Tiba-tiba ayah bilang mau menjodohkanku. Dengan siapa aku dijodohkan pun tidak tahu.

“Tapi Nisa masih muda yah, dan aku ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi.”

“Ini sudah keputusan ayah, Nisa. Ini demi kebaikan kamu!”

Kebaikan apa?

Bagaimana dengan perasaanku kepada Wildan?

Aku terus berusaha untuk mengelak. Tetapi ayah tidak mendengar alasanku.

Aku tidak bisa mengelak lagi. Aku pun langsung kembali ke kamar tanpa mengucapkan sepatah katapun. Sesampainya di kamar aku lantas menangis.

Baru saja aku merasakan jatuh cinta, namun mengapa aku harus merasakan patah hati secepat ini  Mungkin karena aku berharap kepada selain-Nya.

Setelah lelah menangis aku pun bangkit untuk melakukan kewajiban sekaligus curhat kepada-Nya.

Ada hikmah yang bisa aku diambil dari kejadian ini, seseorang harus yakin bahwa Allah punya skenario yang tidak bisa ditebak kedepannya. Dan aku yakin bahwa Allah punya skenario yang terindah untuk hamba-Nya. 
Ya Allah rencana apa yang kau tentukan padaku kedepannya?


~ Bersambung~

Rabu, 08 April 2020

Sang Pangeran Hati


Part 2

Teriknya matahari yang menerpa kurasakan, manakala tengah duduk disalah satu bangku dipinggir lapangan. Namun aku tidak mengeluh demi melihatmu sang pujaan hati. Ya, siapa lagi kalau bukan Wildan, yang kali ini tidak sendiri namun bersama dengan teman-temannya.

Andai kamu tahu apa yang aku rasakan saat ini apakah hatimu juga akan membalas apa yang kurasakan?

Karena waktu istirahat sudah habis aku pun kembali ke kelasku sambil sesekali bersenandung. Membayangkan senyummu yang menjadi candu bagiku,  walau aku tahu bahwa senyum itu bukan hanya untukku.

Saat ini hujan turun cukup deras, aku memandangi rintik hujan yang membasahi kaca di kelasku, tempatku kini berada. Hujan kali ini terasa berbeda, entah apa yang membuatnya berubah. Dari gemercik air yang turun sampai baunya yang menguap di tanah.

Hujan…
Selalu ada lagu baru yang engkau hantarkan setiap kali jatuh ke bumi
Selalu dengan bau yang baru
Selalu rasa damai yang kurasakan setiap kali engkau turun.

Lamunanku buyar saat tak sengaja netraku melihat segerombolan laki-laki yang berjalan di koridor kelasku sambil bersenda gurau. Aku bisa melihatmu tertawa lepas. Aku berharap suatu hari nanti aku bisa menciptakan tawa itu.

Sudah hampir 1 jam aku duduk disini, akhirnya hujan pun reda. Aku pun bergegas menggendong tasku kemudian menyusuri koridor menuju gerbang menunggu jemputan untuk pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah aku disambut oleh wanita paruh baya yang kuakui sangat cantik, ya siapa lagi kalau bukan bundaku. Aku pun mengucap salam kemudan menyaliminya. Setelah itu, menuju ke kamarku.

Seusai menjalankan kewajibanku, aku pun menuju meja belajar menyiapkan buku untuk besok sekalian mengerjakan tugas. Selesai mengerjakan tugas aku menulis sesuatu di buku diary ku.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Apakah rasa cinta ini akan berbalas?


~ Bersambung ~

Selasa, 07 April 2020

Sang Pangeran Hati



Part 1


Kau adalah bagian dari sekian banyak doa-doa yang sering ku panjatkan kepada sang pencipta.

Mencintai dalam diam memanglah sulit bukan?. Bahkan mungkin menyakitkan. Tetapi, menurutku itulah kehebatan perempuan yang selalu bisa kuat dan bertahan dalam rasa yang terkadang terasa pahit.

Cerita ini bermula pada saat kelas akhir aku duduk di bangku SMA. Namaku Anissa Putri atau biasa dipanggil Nisa. Ya, namaku memang sederhana sama seperti orangnya.

Hari ini aku menjalani sekolah seperti biasa. Sejenak mataku terhenti oleh satu orang yang berjalan beberapa meter di depanku. Seorang laki-laki yang memakai seragam dengan rapi dan sopan sekali. Ketika tepat berada di depanku dia tersenyum kepadaku dengan senyum yang mampu menggetarkan hatiku. Membuatku bertanya, apa yang terjadi padaku?

Sampai akhirnya, aku tau bahwa aku jatuh hati padanya hanya karena senyumnya. Aku selalu mencari tau siapa nama laki-laki itu. Hingga akhirnya perjuanganku berbuah hasil, ya ternyata namanya Wildan, saat itu aku merasa senang sekali.

Setelah aku tau namanya, aku selalu menitipkan namanya di setiap doa-doa yang ku panjatkan.
Itulah cara ku menitipkan cinta kepada seseorang yang ku kagumi secara diam-diam dan berharap kelak ku harap Allah menjabah doaku.

Aku hanya bisa melihatmu dari jauh, merasa bahagia hanya dengan melihat senyummu. Selalu berharap suatu hari nanti bisa berbincang denganmu tentang berbagai hal. Walau aku tau itu salah karena berharap selain kepada Allah.

Saat ini, aku hanya mencintai dalam diamku yang hanya tersimpan dalam hati dan tidak harus memiliki. Aku tidak bisa memiliki fisikmu, tapi aku selalu menitipkan doa agar Allah selalu menjagamu. Kau harus tau bahwa kau adalah bagian dari sekian banyak doa yang sering ku panjatkan kepada sang pencipta. Sebab dengan doa aku bisa menjagamu dari jauh.

Cinta merupakan anugerah terindah dari Allah, saat ini aku merasakan indahnya anugerah itu. Ya aku jatuh cinta dan selalu berharap dia juga merasakan hal yang sama.
Mencintaimu dalam doa adalah caraku mengungkapkan rasa ini dan entah sampai kapan aku terus begini.
Apakah kau akan menjadi jawaban atas doaku?



~ Bersambung~

Senin, 06 April 2020

Pengalaman Pertama Membuat Blog

Assalamu‘Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

            Disini saya akan berbagi cerita tentang pengalaman saya membuat blog. Sebenarnya ini bukan kali pertama saya membuat blog. Pertama kali saya mengetahui tentang blog adalah pada tahun 2018, karena ada tugas sekolah yang mengharuskan menggunakan web ini. Dan pada kali ini sama seperti sebelumnya, blog ini dibuat untuk tugas sekolah.

            Awalnya saya bingung dan merasa kesulitan dalam membuat blog. Namun setelah mencari tahu melalui teman dan internet ternyata tidak sulit malah menurut saya itu merupakan hal yang menyenangkan. Saya mulai mencoba membuat blog yang menarik agar minat pembacanya banyak. Saya juga menggunakan tema di blog ini semenarik mungkin agar pembaca betah membaca blog saya.

            Setelah itu, saya sering menulis hal menarik di blog saya. Mulai dari resep membuat makanan, tentang kesehatan, hingga tips melakukan sesuatu yang bermanfaat. Saya juga pernah menulis cerita sesuai imajinasi saya. Saat itu saya sangat suka menulis di blog. Karena hal itu saya jadi suka menuls.

            Seiring berjalannya waktu saya sudah mulai jarang menulis blog tidak hanya jarang bahkan tidak sama sekali. Itu semua karena berbagai kegiatan yang saya lakukan sehinggan membuat saya merasa sibuk dan malas menulis blog.


            Sekitar satu tahun saya tidak lagi menulis blog. Pada hari ini saya mendapatkan tugas lagi membuat blog. Awalnya saya bingung membuat akun blogger ini. Dan saat itu saya ingat bahwa saya memiliki akun yang sudah lama tidak digunakan. Saya mencoba membuka laman blog di gawai saya ternyata tidak ada. Kemudian saya mencoba membuka di laptop dan ternyata masih ada. Dan pada akhirnya saya bisa menggunakan laman ini dan menulis di blog lagi.