Jumat, 10 April 2020

Sang Pangeran Hati


Part 3

Saat weekend tiba, biasanya kebanyakan orang akan bersantai begitupun dengan aku. Sekarang aku sedang berada di kamarku mendengarkan lagu sambil membaca novel.

Hingga ketukan pintu diikuti salam menginterupsi aktifitasku sejenak. Muncullah bundaku dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan. Ternyata bunda menyuruhku keluar karena ada yang ingin dibicarakan ayah. Apa yang ayah ingin bicarakan ya?

Aku keluar dari kamar dan mendapati ayah sedang duduk sendirian di ruang keluarga. Aku pun menghampiri ayah.

“Ada apa yah memanggilku?”

“Ayah hanya ingin memberitahumu bahwa ayah sudah menjodohkanmu dengan anak dari sahabat ayah.”

Deg

Aku merasa sangat terkejut. Tiba-tiba ayah bilang mau menjodohkanku. Dengan siapa aku dijodohkan pun tidak tahu.

“Tapi Nisa masih muda yah, dan aku ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi.”

“Ini sudah keputusan ayah, Nisa. Ini demi kebaikan kamu!”

Kebaikan apa?

Bagaimana dengan perasaanku kepada Wildan?

Aku terus berusaha untuk mengelak. Tetapi ayah tidak mendengar alasanku.

Aku tidak bisa mengelak lagi. Aku pun langsung kembali ke kamar tanpa mengucapkan sepatah katapun. Sesampainya di kamar aku lantas menangis.

Baru saja aku merasakan jatuh cinta, namun mengapa aku harus merasakan patah hati secepat ini  Mungkin karena aku berharap kepada selain-Nya.

Setelah lelah menangis aku pun bangkit untuk melakukan kewajiban sekaligus curhat kepada-Nya.

Ada hikmah yang bisa aku diambil dari kejadian ini, seseorang harus yakin bahwa Allah punya skenario yang tidak bisa ditebak kedepannya. Dan aku yakin bahwa Allah punya skenario yang terindah untuk hamba-Nya. 
Ya Allah rencana apa yang kau tentukan padaku kedepannya?


~ Bersambung~

6 komentar: