Selasa, 19 Januari 2021

My Story


 

Happy Reading

“Cerita Raka”

Empat orang siswa tengah berjalan menyusuri lorong sekolah. Mengabaikan semua tatapan dan teriakan siswi yang ditujukan untuk mereka. Jika ditanya siapa mereka, baiklah mari kenali mereka.

Yang pertama, ada Raka Pratama. Laki-laki yang terkenal akan kenakalannya. Tawuran dan bolos sekolah sudah menjadi makanan sehari-harinya. Ia juga dikenal sebagai laki-laki tidak punya hati membuatnya menjadi sosok yang ditakuti.

Yang kedua, Reza Alvano. Orang yang paling dekat dengan Raka. Walaupun ia sama nakalnya dengan Raka, tapi ia punya segudang prestasi.

Yang ketiga, Laskar Anggara. Memiliki sifat ramah dan ceria menjadi kelebihannya diantara semua sahabatnya. Ia sering kali menjadi pencair suasana disaat situasi tegang.

Terakhir, Rangga Dewantara. Memliki wajah yang terlihat garang, namun tidak dengan hatinya. Ia dikenal playboy, semua perempuan cantik bisa dipastikan pernah menjadi pacarnya. Sekarang ia sedang menjalin hubungan dengan perempuan bernama Naya Aprilia, namun tidak ada yang tahu jika diluar sana ia juga menjalin hubungan dengan gadis lain.

Tak lama mereka sampai di kantin, keadaan di kantin sangatlah ramai. Mereka langsung menuju tempat yang biasa mereka tempati.

“Jadi mau makan apa nih?” tanya Laskar.

“Bakso aja sama es jeruk,” jawab Rangga.

“Yang lain gimana?” tanya Alesha

“Samain aja,” jawab Reza.

“Oke,” tutur Laskar.

Tidak lama kemudian makanan mereka pun tiba. Mereka makan bersama dengan suasana hening.

“Raka, kamu lagi ada masalah?” tanya Reza.

“Gak ada,” jawab Raka.

“Kamu gak bisa bohong sama kita,” tegas Laskar.

Huftt

“Ayah aku mau nikah lagi,” terang Raka.

Sontak semua yang ada dimeja tersebut terdiam.

Yang bertanya dimana Ibu Raka. Maka jawabannya adalah Ibu Raka sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Semenjak kehilangan Ibunya Raka menjadi laki-laki yang seperti sekarang. Ditambah ia tidak mendapat kasih sayanag dari Ayahnya.

“Maaf ya, kita gak bisa bantu kamu,” kata Laskar.

“Sudah, jangan terlalu dipikirkan nanti dengarin dulu penjelasan Ayah kamu,” tambah Reza. Raka hanya menanggapi dengan senyum kecil.

Tidak lama kemudian bel tanda masuk kelas berbunyi, Raka bersama sahabat-sahabatnya pun kembali ke kelas.

***

Sesampainya Raka di rumah setelah pulang dari sekolah bertepatan dengan Ayahnya  yang juga baru sampai dari pulang bekerja.

“Ayah ingin bicara dengan kamu Raka,” ujar Adrian, Ayah dari Raka.

“Nanti aja, Raka lelah,” tolak Raka.

“Ini penting tidak bisa nanti,” ungkap Adrian

“Baiklah.”

Setelah memasuki rumah, Raka bersama Ayahnya langsung duduk di ruang tamu.

“Ayah cuma ingin memberitahukan bahwa minggu depan Ayah akan menikah dengan tante Camella,” jelas Adrian.

“Tanpa persetuuanku?” sarkas Raka.

“Saya tidak peduli kamu setuju atau tidak, keputusan saya sudah bulat, lagipula ini jalan terbaik buat kita.”

Raka memilih menuju ke kamarnya tanpa mengakatakan sepatah katapun.

***

Saat ini Raka sedang berjalan di koridor semua tatapan menuju padanya yang membuatnya merasa heran. Tiba-tiba seorang siswa mendatanginya dan bertanya

“Berita di mading itu beneran Rak?”

Setelah itu Raka langsung menuju mading untuk melihat berita itu. Sesampainya di depan mading ia melihat berita bahwa perusahaan Ayahnya bangkrut karena banyak karyawan yang korupsi. Banyak siswa dan siswi yang melihat ke arahnya bahkan ada yang mencibirnya.

“SIAPA YANG MENYEBARKAN BERITA INI?” teriak Raka.

Semua yang ada di tempat itu hanya terdiam. Hingga salah satu dari mereka mendatangi Raka dan membisikan sesuatu kepadanya. Setelah itu Raka langsung menuju ke kelasnya.

“RANGGA, MAKSUD KAMU APA MENYEBARKAN BERITA ITU?” tuduh Raka ketika ia sampai di kelas.

“Berita apa?” tanya Rangga.

“JANGAN PURA-PURA GAK TAHU,” bentak Raka.

“Raka mending tenang dulu deh, jangan langsung marah-marah gak jelas,” cetus Laskar.

“Jelasin apa masalahnya ke kita,” ucap Reza.

“Rangga adalah orang yang menyebarkan berita itu,” sungut Raka.

“Apa maksud kamu berita di mading itu?” sahut Reza yang hanya dibalas anggukan oleh Raka.

“Aku gak tahu apa-apa, jangan asal tuduh,” jelas Rangga.

“Sudahlah intinya aku gak mau punya sahabat MUNAFIK sepertimu,” desis Raka.

Mulai saat itu, Raka bermusuhan dengan Rangga. Raka selalu menjauhi Rangga, padahal Rangga ingin meluruskan permasalahan mereka.

***

Hari ini adalah hari pernikahan Ayah Raka. Yang dilakukan Raka dari tadi hanya melamun, karena teringat kata Ayahnya semalam bahwa setelah ini mereka akan pindah rumah yang berarti bahwa Raka juga harus pindah sekolah.

Keesokan harinya, Raka bersama keluarganya pindah dari rumah lamanya. Raka berpikir apa di sekolah baru nanti ia akan mendapat sahabat sama seperti di sekolah lamanya.

Hari ini adalah hari pertama Raka di sekolah barunya. Ia berangkat sekolah diantar oleh Ayahnya. Ketika semua siswa dan siswi sudah pada masuk ke kelasnya, sedangkan Raka berjalan bersama seorang guru menuju kelasnya.

Raka mengetuk pintu kelas yang akan menjadi tempat barunya untuk belajar. Tak lama pintu pun terbuka menampilkan wajah ibu guru yang mengajar di kelas itu. Nama guru tersebut adalah Bu Lia.

“Assalamu’alaikum bu, say—“ Belum sempat Raka menyelesaikan ucapannya sudah dipotong oleh Bu Lia.

“Kamu Raka kan, murid baru di kelas ini?” tanya Bu Hani.

“I-iya Bu,” jawab Raka.

Bu Lia langsung mempersilakan Raka masuk ke dalam kelas itu. Kelas yang tadinya rame seketika hening.

“Anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru, silakan perkenalkan diri kamu Raka,” titah Bu Lia.

“Assalamu’alaikum semua. Perkenalkan saya Raka Pratama, biasa dipanggil Rakaa.” Raka tersenyum tipis saat teman-teman barunya merespon dengan baik.

“Sekarang kamu boleh duduk Raka, itu disamping Darren ada kursi kosong,” tutur Bu Lia sambil menunjuk ke arah kursi kosong yang dimaksud. Raka pun mulai melangkah menuju bangku yang akan ia duduki.

“Kenalin nama aku Darren,” ucap Darren sambil menjulurkan tangannya bermaksud untuk berkenalan. Raka pun menyambut uluran tangan itu seraya tersenyum kikuk.

Setelah Nisa duduk di bangkunya, dua orang laki-laki yang duduk di depannya membalikkan badan.

“Kenalin nama aku Aryanka Saputra, kamu bisa panggil aku Aryan,” ujar Aryan.

“Dan nama aku Dirga Arkana, biasa dipanggil Dirga. Kami sahabatnya Darren. Nah sekarang kamu juga sahabat kita,” sambung Dirga.

Raka hanya menanggapi mereka dengan senyuman.

Mulai saat itu mereka bersahabat, Raka baru mengetahui jika sifat mereka kurang lebih sama dengan sahabat lamanya. Dan ternyata mereka termasuk siswa nakal. Mereka juga sering bolos bersama bahkan tawuran juga.

***

Suatu malam, Raka diajak oleh Darren dan yang lainnya ke sebuah sirkuit balap. Raka kira disana mereka hanya menonton, tetapi ternyata ia disuruh oleh para sahabatnya untuk ikut balapan. Awalnya Raka menolak. Namun, karena bujuk rayu sahabatnya akhirnya ia mengikuti keinginan mereka.

Raka pun akhirnya turun ke area balap. Raka dan seorang laki-laki yang menjadi lawannya memajukan motornya ke garis start. Seseorang maju membawa bendera

“1… 2… 3…”

“Mulai!”

Raka pun melajukan motornya dengan kencang sedangkan lawannya tertinggal di belakang. Raka terus memacu motornya, saat ia hendak tiba di garis finish ia melihat ada mobil polisi. Mau berbalik arah ia tak bisa. Raka hanya bisa pasrah dan akhirnya ia dibawa oleh polisi. Dari situ Raka sadar bahwa ia dijebak oleh sahabatnya.

Ketika di kantor polisi Raka menjelaskan semua yang ia alami, walaupun awalnya pihak polisi merasa ragu dengan apa yang Raka jelaskan. Namun, akhirnya Raka dinyatakan tidak bersalah. Setelah itu Raka pun pulang ke rumahnya.

Sesampainya Raka di rumah, ia langsung disambut oleh Orang tuanya di depan pintu. Ketika Raka ingin bersalaman dengan Ayahnya, secara tiba-tiba ia mendapat pukulan dari sang Ayah.

Bugh

Bugh

Bugh

“PERGI KAMU DARI RUMAH SAYA,” bentak Adrian.

“Apa maksud Ayah?” tanya Raka.

“KAMU SUDAH MEMPERMALUKAN SAYA, JADI KAMU HARUS ANGKAT KAKI DARI RUMAH SAYA!”

Setelah itu, Raka pun akhirnya pergi dari rumah orang tuanya. Raka bingung ia harus kemana. Akhirnya ia memutuskan untuk mendatangi sahabat lamanya, yaitu Reza dan Laskar. Sesampainya, di rumah Reza ternyata disana juga ada Laskar dan Rangga. Raka pun menjelaskan kepada sahabatnya masalah yang ia alami.

“Sebelum kita bantu kamu, kamu harus mendengar penjelasan Rangga supaya kesalahpahaman diantara kalian selesai,” tutur Reza.

“Supaya tidak ada perpecahan lagi diantara kita,” tambah Laskar.

“Baiklah,” jawab Raka.

Rangga pun menjelaskan kebenaran tentang  yang menyebarkan berita tentang Ayah Raka. Setelah itu, Raka meminta maaf kepada Rangga begitupun sebaliknya. Dan akhirnya permasalahan diantara mereka selesai.

Setelah kesalahpahaman itu selesai mereka pun mulai mencari bukti untuk memperbaiki nama baik Raka. Butuh waktu lama untuk mengumpulkan semua bukti itu. Setelah beberapa waktu semua bukti terkumpul membuat dalang dari kekacauan itu tertangkap, yaitu sahabat baru Raka, Darren, Aryan, dan Dirga. Alasan mereka melakukan itu ternyata karena mereka iri terhadap Raka.

Kemudian, Raka bersama sahabatnya mendatangi kediaman orang tua Raka. Mereka memberi bukti itu ke Ayah Raka membuat sang Ayah memaafkan Raka. Dan hubungan Raka dengan orang tuanya menjadi lebih baik.

Ini bukanlah akhir dari kisah Raka. Masih ada rintangan yang harus ia hadapi kedepannya. Raka hanya berharap jika apapun masalah yang ia hadapi nanti, ia bisa melewati semua masalahnya.

 

Terima kasih buat yang sudah membaca cerita ini ^_^

Best regards, Noor Amelia Fikriahđź’™

 

Samarinda, 19 Januari 2021.