Part 5
Rembulan
bersinar menerangi kegelapan, dikala malam telah tiba. Hembusan angin, terasa
begtiu dingin hingga menususk ke pori-pori kulit.
Namun hal itu tak
lantas membuatku meninggalkan tempatku berada. Nyatanya sekarang aku masih
berdiri di balkon rumah.
Tiba-tiba
terdengar langkah kaki mendekat yang membuatku menoleh dan kudapati bunda sedang menatapku.
“Nisa dibawah
ada tamu yang menunggu kamu.”
“Siapa bun?”
“Kamu turun
aja ke bawah. Jangan lupa pakai baju yang cantik ya.”
“Iya bun.”
Bunda pun
meninggalkanku sendiri. Aku segera siap-siap untuk menemui tamu itu.
Sesampainya
aku di ruang keluarga, disana terlihat bunda, ayah, seorang laki-laki dan
perempuan yang kira-kira seumuran ayah dan bunda, dan yang terakhir ada seorang
laki-laki yang menunduk.
Aku menuju ke
ruang keluarga. Kemudian duduk diantara ayah dan bunda. Semua orang melihatku
lalu tersenyum, kecuali laki-laki yang dari tadi hanya menunduk.
“Nisa kenalin
mereka ini adalah sahabat ayah.” Jelas Ayah
Aku hanya
diam. Aku sebenarnya tidak peduli hal itu. Yang menjadi pertanyaanku adalah apa
alasan dan tujuan mereka kesini dan ingin bertemu denganku. Perkataan ayah
selanjutnya menjawab itu semua.
“Dan mereka
juga calon mertua kamu.”
Deg
“Anak
laki-laki mereka yang akan ayah jodohkan dengan kamu.”
Dan laki-laki
yang dari tadi menunduk pun mendongak dan benar-benar membuatku terkejut.
Dia?
Hidup ini bagaikan drama. Kita sebagai aktor dan aktrisnya dan Allah sebagai sutradaranya. Akan berakhir sad ending atau happy ending hanya Allah yang tahu.
Hidup ini bagaikan drama. Kita sebagai aktor dan aktrisnya dan Allah sebagai sutradaranya. Akan berakhir sad ending atau happy ending hanya Allah yang tahu.
~Bersambung~





Jangan jangan wildan orgnya wkwk
BalasHapusTunggu aja di part selanjutnya
Hapus