Happy
Reading
“Cerita
Raka”
Empat orang siswa tengah berjalan menyusuri lorong
sekolah. Mengabaikan semua tatapan dan teriakan siswi yang ditujukan untuk
mereka. Jika ditanya siapa mereka, baiklah mari kenali mereka.
Yang pertama, ada Raka Pratama. Laki-laki yang
terkenal akan kenakalannya. Tawuran dan bolos sekolah sudah menjadi makanan
sehari-harinya. Ia juga dikenal sebagai laki-laki tidak punya hati membuatnya
menjadi sosok yang ditakuti.
Yang kedua, Reza Alvano. Orang yang paling dekat
dengan Raka. Walaupun ia sama nakalnya dengan Raka, tapi ia punya segudang
prestasi.
Yang ketiga, Laskar Anggara. Memiliki sifat ramah
dan ceria menjadi kelebihannya diantara semua sahabatnya. Ia sering kali
menjadi pencair suasana disaat situasi tegang.
Terakhir, Rangga Dewantara. Memliki wajah yang
terlihat garang, namun tidak dengan hatinya. Ia dikenal playboy, semua
perempuan cantik bisa dipastikan pernah menjadi pacarnya. Sekarang ia sedang
menjalin hubungan dengan perempuan bernama Naya Aprilia, namun tidak ada yang
tahu jika diluar sana ia juga menjalin hubungan dengan gadis lain.
Tak lama
mereka sampai di kantin, keadaan di kantin sangatlah ramai. Mereka langsung
menuju tempat yang biasa mereka tempati.
“Jadi mau
makan apa nih?” tanya Laskar.
“Bakso aja
sama es jeruk,” jawab Rangga.
“Yang lain
gimana?” tanya Alesha
“Samain
aja,” jawab Reza.
“Oke,”
tutur Laskar.
Tidak lama
kemudian makanan mereka pun tiba. Mereka makan bersama dengan suasana hening.
“Raka,
kamu lagi ada masalah?” tanya Reza.
“Gak ada,”
jawab Raka.
“Kamu gak
bisa bohong sama kita,” tegas Laskar.
Huftt
“Ayah aku
mau nikah lagi,” terang Raka.
Sontak
semua yang ada dimeja tersebut terdiam.
Yang
bertanya dimana Ibu Raka. Maka jawabannya adalah Ibu Raka sudah meninggal
beberapa tahun yang lalu. Semenjak kehilangan Ibunya Raka menjadi laki-laki
yang seperti sekarang. Ditambah ia tidak mendapat kasih sayanag dari Ayahnya.
“Maaf ya,
kita gak bisa bantu kamu,” kata Laskar.
“Sudah,
jangan terlalu dipikirkan nanti dengarin dulu penjelasan Ayah kamu,” tambah
Reza. Raka hanya menanggapi dengan senyum kecil.
Tidak lama
kemudian bel tanda masuk kelas berbunyi, Raka bersama sahabat-sahabatnya pun
kembali ke kelas.
***
Sesampainya
Raka di rumah setelah pulang dari sekolah bertepatan dengan Ayahnya yang juga baru sampai dari pulang bekerja.
“Ayah
ingin bicara dengan kamu Raka,” ujar Adrian, Ayah dari Raka.
“Nanti
aja, Raka lelah,” tolak Raka.
“Ini
penting tidak bisa nanti,” ungkap Adrian
“Baiklah.”
Setelah
memasuki rumah, Raka bersama Ayahnya langsung duduk di ruang tamu.
“Ayah cuma
ingin memberitahukan bahwa minggu depan Ayah akan menikah dengan tante
Camella,” jelas Adrian.
“Tanpa
persetuuanku?” sarkas Raka.
“Saya
tidak peduli kamu setuju atau tidak, keputusan saya sudah bulat, lagipula ini
jalan terbaik buat kita.”
Raka
memilih menuju ke kamarnya tanpa mengakatakan sepatah katapun.
***
Saat ini
Raka sedang berjalan di koridor semua tatapan menuju padanya yang membuatnya
merasa heran. Tiba-tiba seorang siswa mendatanginya dan bertanya
“Berita di
mading itu beneran Rak?”
Setelah
itu Raka langsung menuju mading untuk melihat berita itu. Sesampainya di depan
mading ia melihat berita bahwa perusahaan Ayahnya bangkrut karena banyak
karyawan yang korupsi. Banyak siswa dan siswi yang melihat ke arahnya bahkan
ada yang mencibirnya.
“SIAPA
YANG MENYEBARKAN BERITA INI?” teriak Raka.
Semua yang
ada di tempat itu hanya terdiam. Hingga salah satu dari mereka mendatangi Raka
dan membisikan sesuatu kepadanya. Setelah itu Raka langsung menuju ke kelasnya.
“RANGGA,
MAKSUD KAMU APA MENYEBARKAN BERITA ITU?” tuduh Raka ketika ia sampai di kelas.
“Berita
apa?” tanya Rangga.
“JANGAN
PURA-PURA GAK TAHU,” bentak Raka.
“Raka
mending tenang dulu deh, jangan langsung marah-marah gak jelas,” cetus Laskar.
“Jelasin
apa masalahnya ke kita,” ucap Reza.
“Rangga
adalah orang yang menyebarkan berita itu,” sungut Raka.
“Apa
maksud kamu berita di mading itu?” sahut Reza yang hanya dibalas anggukan oleh
Raka.
“Aku gak
tahu apa-apa, jangan asal tuduh,” jelas Rangga.
“Sudahlah
intinya aku gak mau punya sahabat MUNAFIK sepertimu,” desis Raka.
Mulai saat
itu, Raka bermusuhan dengan Rangga. Raka selalu menjauhi Rangga, padahal Rangga
ingin meluruskan permasalahan mereka.
***
Hari ini
adalah hari pernikahan Ayah Raka. Yang dilakukan Raka dari tadi hanya melamun,
karena teringat kata Ayahnya semalam bahwa setelah ini mereka akan pindah rumah
yang berarti bahwa Raka juga harus pindah sekolah.
Keesokan
harinya, Raka bersama keluarganya pindah dari rumah lamanya. Raka berpikir apa
di sekolah baru nanti ia akan mendapat sahabat sama seperti di sekolah lamanya.
Hari ini
adalah hari pertama Raka di sekolah barunya. Ia berangkat sekolah diantar oleh
Ayahnya. Ketika semua siswa dan siswi sudah pada masuk ke kelasnya, sedangkan
Raka berjalan bersama seorang guru menuju kelasnya.
Raka
mengetuk pintu kelas yang akan menjadi tempat barunya untuk belajar. Tak lama
pintu pun terbuka menampilkan wajah ibu guru yang mengajar di kelas itu. Nama
guru tersebut adalah Bu Lia.
“Assalamu’alaikum
bu, say—“ Belum sempat Raka menyelesaikan ucapannya sudah dipotong oleh Bu Lia.
“Kamu Raka
kan, murid baru di kelas ini?” tanya Bu Hani.
“I-iya
Bu,” jawab Raka.
Bu Lia
langsung mempersilakan Raka masuk ke dalam kelas itu. Kelas yang tadinya rame
seketika hening.
“Anak-anak
hari ini kita kedatangan murid baru, silakan perkenalkan diri kamu Raka,” titah
Bu Lia.
“Assalamu’alaikum
semua. Perkenalkan saya Raka Pratama, biasa dipanggil Rakaa.” Raka tersenyum
tipis saat teman-teman barunya merespon dengan baik.
“Sekarang
kamu boleh duduk Raka, itu disamping Darren ada kursi kosong,” tutur Bu Lia
sambil menunjuk ke arah kursi kosong yang dimaksud. Raka pun mulai melangkah
menuju bangku yang akan ia duduki.
“Kenalin
nama aku Darren,” ucap Darren sambil menjulurkan tangannya bermaksud untuk
berkenalan. Raka pun menyambut uluran tangan itu seraya tersenyum kikuk.
Setelah
Nisa duduk di bangkunya, dua orang laki-laki yang duduk di depannya membalikkan
badan.
“Kenalin
nama aku Aryanka Saputra, kamu bisa panggil aku Aryan,” ujar Aryan.
“Dan nama
aku Dirga Arkana, biasa dipanggil Dirga. Kami sahabatnya Darren. Nah sekarang
kamu juga sahabat kita,” sambung Dirga.
Raka hanya
menanggapi mereka dengan senyuman.
Mulai saat
itu mereka bersahabat, Raka baru mengetahui jika sifat mereka kurang lebih sama
dengan sahabat lamanya. Dan ternyata mereka termasuk siswa nakal. Mereka juga
sering bolos bersama bahkan tawuran juga.
***
Suatu
malam, Raka diajak oleh Darren dan yang lainnya ke sebuah sirkuit balap. Raka
kira disana mereka hanya menonton, tetapi ternyata ia disuruh oleh para
sahabatnya untuk ikut balapan. Awalnya Raka menolak. Namun, karena bujuk rayu
sahabatnya akhirnya ia mengikuti keinginan mereka.
Raka pun
akhirnya turun ke area balap. Raka dan seorang laki-laki yang menjadi lawannya
memajukan motornya ke garis start. Seseorang maju membawa bendera
“1… 2… 3…”
“Mulai!”
Raka pun
melajukan motornya dengan kencang sedangkan lawannya tertinggal di belakang. Raka
terus memacu motornya, saat ia hendak tiba di garis finish ia melihat ada mobil
polisi. Mau berbalik arah ia tak bisa. Raka hanya bisa pasrah dan akhirnya ia
dibawa oleh polisi. Dari situ Raka sadar bahwa ia dijebak oleh sahabatnya.
Ketika di kantor polisi Raka menjelaskan semua yang
ia alami, walaupun awalnya pihak polisi merasa ragu dengan apa yang Raka
jelaskan. Namun, akhirnya Raka dinyatakan tidak bersalah. Setelah itu Raka pun
pulang ke rumahnya.
Sesampainya Raka di rumah, ia langsung disambut oleh
Orang tuanya di depan pintu. Ketika Raka ingin bersalaman dengan Ayahnya,
secara tiba-tiba ia mendapat pukulan dari sang Ayah.
Bugh
Bugh
Bugh
“PERGI KAMU DARI RUMAH SAYA,” bentak Adrian.
“Apa maksud Ayah?” tanya Raka.
“KAMU SUDAH MEMPERMALUKAN SAYA, JADI KAMU HARUS
ANGKAT KAKI DARI RUMAH SAYA!”
Setelah itu, Raka pun akhirnya pergi dari rumah
orang tuanya. Raka bingung ia harus kemana. Akhirnya ia memutuskan untuk
mendatangi sahabat lamanya, yaitu Reza dan Laskar. Sesampainya, di rumah Reza
ternyata disana juga ada Laskar dan Rangga. Raka pun menjelaskan kepada
sahabatnya masalah yang ia alami.
“Sebelum kita bantu kamu, kamu harus mendengar
penjelasan Rangga supaya kesalahpahaman diantara kalian selesai,” tutur Reza.
“Supaya tidak ada perpecahan lagi diantara kita,”
tambah Laskar.
“Baiklah,” jawab Raka.
Rangga pun menjelaskan kebenaran tentang yang menyebarkan berita tentang Ayah Raka. Setelah
itu, Raka meminta maaf kepada Rangga begitupun sebaliknya. Dan akhirnya
permasalahan diantara mereka selesai.
Setelah kesalahpahaman itu selesai mereka pun mulai
mencari bukti untuk memperbaiki nama baik Raka. Butuh waktu lama untuk
mengumpulkan semua bukti itu. Setelah beberapa waktu semua bukti terkumpul
membuat dalang dari kekacauan itu tertangkap, yaitu sahabat baru Raka, Darren,
Aryan, dan Dirga. Alasan mereka melakukan itu ternyata karena mereka iri
terhadap Raka.
Kemudian, Raka bersama sahabatnya mendatangi
kediaman orang tua Raka. Mereka memberi bukti itu ke Ayah Raka membuat sang
Ayah memaafkan Raka. Dan hubungan Raka dengan orang tuanya menjadi lebih baik.
Ini bukanlah akhir dari kisah Raka. Masih ada
rintangan yang harus ia hadapi kedepannya. Raka hanya berharap jika apapun
masalah yang ia hadapi nanti, ia bisa melewati semua masalahnya.
Terima
kasih buat yang sudah membaca cerita ini ^_^
Best
regards, Noor Amelia Fikriah💙
Samarinda,
19 Januari 2021.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar