Senin, 13 April 2020

Sang Pangeran Hati


Part 4

Hari ini adalah hari yang paling dibenci oleh kebanyakan anak sekolah, ya apalagi kalau bukan hari senin. Dan pagi ini aku sudah siap untuk berangkat ke sekolah.

Sesampainya aku di sekolah aku merasa kurang bersemangat, mungkin karena cuaca yang terasa panas padahal masih pagi atau karena mengingat perkataan ayah kemarin.

Aku berjalan di koridor menuju kelasku. Tiba-tiba aku menabrak seseorang hingga aku terjatuh. Aku pun mendongak untuk melihatnya, ternyata seorang laki-laki yang aku ketahui merupakan salah satu teman dari Wildan. Dia tidak membantuku sama sekali bahkan dia tidak menatapku saat ini.

“Maaf” kataku sambil berdiri.

“Hmm.” Jawabnya.

Karena kurasa tidak ada urusan dengannya aku pun langsung melanjutkan langkah ke kelas.

Beberapa jam telah berlalu.

Saat ini adalah jam istirahat kebanyakan teman-teman sekelasku pada keluar, tapi tidak denganku aku hanya diam di dalam kelas yang sepi ini.

Aku menumpukan wajah di tangan, pandanganku lurus tertuju kepada kaca jendela. Menampilkan pemandangan lapangan basket. Disana terlihat Wildan yang sedang bermain basket bersama teman-temannya.

Entah mengapa netraku hanya terarah padanya. Rasanya sulit sekali untuk mengalihkan pandangan selain kepadanya.

Kelak mata ini akan bersaksi, hati ini akan berkata. Bahwa aku telah berdosa karena memandangmu terlalu lama menimbulkan perasaan yang tidak seharusnya hadir saat ini.

Terik matahari tidak menurunkan semangatnya untuk mengoper bola basket. Aku yang melihatnya pun terpesona. Semakin lama melihatnya tidak membuatku bosan. Aku tidak mengerti kenapa hal itu terjadi.

Hati ini telah bertuan
Rasa ini telah menenmukan tambatan.
Perahu ini telah menemukan dermaganya
Diri ini telah menemukan tempat untuk pulang
Aku mempunyai banyak alasan untuk mencintaimu
Bersediakah kamu menerima itu semua?



~Bersambung~

2 komentar: