Part
2
Teriknya matahari yang menerpa kurasakan,
manakala tengah duduk disalah satu bangku dipinggir lapangan. Namun aku tidak
mengeluh demi melihatmu sang pujaan hati. Ya, siapa lagi kalau bukan Wildan,
yang kali ini tidak sendiri namun bersama dengan teman-temannya.
Andai
kamu tahu apa yang aku rasakan saat ini apakah hatimu juga akan membalas apa
yang kurasakan?
Karena waktu istirahat sudah habis aku
pun kembali ke kelasku sambil sesekali bersenandung. Membayangkan senyummu yang
menjadi candu bagiku, walau aku tahu
bahwa senyum itu bukan hanya untukku.
Saat ini hujan turun cukup deras, aku
memandangi rintik hujan yang membasahi kaca di kelasku, tempatku kini berada. Hujan
kali ini terasa berbeda, entah apa yang membuatnya berubah. Dari gemercik air
yang turun sampai baunya yang menguap di tanah.
Hujan…
Selalu
ada lagu baru yang engkau hantarkan setiap kali jatuh ke bumi
Selalu
dengan bau yang baru
Selalu
rasa damai yang kurasakan setiap kali engkau turun.
Lamunanku buyar saat tak sengaja netraku
melihat segerombolan laki-laki yang berjalan di koridor kelasku sambil bersenda
gurau. Aku bisa melihatmu tertawa lepas. Aku berharap suatu hari nanti aku bisa
menciptakan tawa itu.
Sudah hampir 1 jam aku duduk disini, akhirnya
hujan pun reda. Aku pun bergegas menggendong tasku kemudian menyusuri koridor
menuju gerbang menunggu jemputan untuk pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah aku disambut oleh
wanita paruh baya yang kuakui sangat cantik, ya siapa lagi kalau bukan bundaku.
Aku pun mengucap salam kemudan menyaliminya. Setelah itu, menuju ke kamarku.
Seusai menjalankan kewajibanku, aku pun
menuju meja belajar menyiapkan buku untuk besok sekalian mengerjakan tugas. Selesai
mengerjakan tugas aku menulis sesuatu di buku diary ku.
Aku
ingin mencintaimu dengan sederhana.
Aku
ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu. Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Apakah
rasa cinta ini akan berbalas?
~ Bersambung ~





Wah keren ceritanya, gk sabar nunggu kelanjutannya
BalasHapusSemangat trus amel
BalasHapusUwuw bangett ceritanyaaaš
BalasHapusMembayangkan senyummu saja aku bahagiašš
BalasHapusDiam-dian aku mendoakanmu menjadi pasangan hidupkuš
BalasHapusMantap kali ceritanya
BalasHapusTetap semangat buat kelanjutan blog nya
BalasHapusLanjut meng
BalasHapus