Selasa, 07 April 2020

Sang Pangeran Hati



Part 1


Kau adalah bagian dari sekian banyak doa-doa yang sering ku panjatkan kepada sang pencipta.

Mencintai dalam diam memanglah sulit bukan?. Bahkan mungkin menyakitkan. Tetapi, menurutku itulah kehebatan perempuan yang selalu bisa kuat dan bertahan dalam rasa yang terkadang terasa pahit.

Cerita ini bermula pada saat kelas akhir aku duduk di bangku SMA. Namaku Anissa Putri atau biasa dipanggil Nisa. Ya, namaku memang sederhana sama seperti orangnya.

Hari ini aku menjalani sekolah seperti biasa. Sejenak mataku terhenti oleh satu orang yang berjalan beberapa meter di depanku. Seorang laki-laki yang memakai seragam dengan rapi dan sopan sekali. Ketika tepat berada di depanku dia tersenyum kepadaku dengan senyum yang mampu menggetarkan hatiku. Membuatku bertanya, apa yang terjadi padaku?

Sampai akhirnya, aku tau bahwa aku jatuh hati padanya hanya karena senyumnya. Aku selalu mencari tau siapa nama laki-laki itu. Hingga akhirnya perjuanganku berbuah hasil, ya ternyata namanya Wildan, saat itu aku merasa senang sekali.

Setelah aku tau namanya, aku selalu menitipkan namanya di setiap doa-doa yang ku panjatkan.
Itulah cara ku menitipkan cinta kepada seseorang yang ku kagumi secara diam-diam dan berharap kelak ku harap Allah menjabah doaku.

Aku hanya bisa melihatmu dari jauh, merasa bahagia hanya dengan melihat senyummu. Selalu berharap suatu hari nanti bisa berbincang denganmu tentang berbagai hal. Walau aku tau itu salah karena berharap selain kepada Allah.

Saat ini, aku hanya mencintai dalam diamku yang hanya tersimpan dalam hati dan tidak harus memiliki. Aku tidak bisa memiliki fisikmu, tapi aku selalu menitipkan doa agar Allah selalu menjagamu. Kau harus tau bahwa kau adalah bagian dari sekian banyak doa yang sering ku panjatkan kepada sang pencipta. Sebab dengan doa aku bisa menjagamu dari jauh.

Cinta merupakan anugerah terindah dari Allah, saat ini aku merasakan indahnya anugerah itu. Ya aku jatuh cinta dan selalu berharap dia juga merasakan hal yang sama.
Mencintaimu dalam doa adalah caraku mengungkapkan rasa ini dan entah sampai kapan aku terus begini.
Apakah kau akan menjadi jawaban atas doaku?



~ Bersambung~

15 komentar: